Hakikat Ilmu Dakwah

HAKIKAT ILMU DAKWAH
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah  mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S. Annahl:125)‏
Sebagaimana telah diketahui bahwa dakwah Islam telah menjadi suatu disiplin ilmu yang mandiri, ia memiliki objek kajian, keistimewaan dan tujuan. Dengan begitu, semua ilmu keislaman saling terkait, mengambil kegunaan dan berjalan bersama dan memperoleh kegunaan ajaran Islam yang disiarkan dan disebarluaskan dengan metode yang jelas, sehingga terjamin tegaknya Islam”.
                    
PENGERTIAN ILMU DAKWAH :
علم يبحث فيه عن كيفية الدعوة الاسلامية بشتئ الطرق العلمية من الاستباط والاقتباس والاستقراء ليكون الحق قائماوالقسط   
            Ilmu yang membahas tata cara dakwah islamiyah dengan menggunakan metode ilmiah baik istinbat, iqtibas, maupun istiqra, untuk menegakan keadilan dan hak. Pengertian Lain: Ilmu yang Mengkaji Proses Dakwah secara sistematis, logis, empiris, teologis dan filosofis.

TUJUAN ILMU DAKWAH
Menemukan kejelasan empiris, rasional, dan teologis tentang proses dakwah sebagai fenomena keilmuan,  Perbedaan  Dakwah  dengan Ilmu Dakwah
  • Dakwah mengacu pada proses dakwah dalam tatanan realitas.  
  • Ilmu Dakwah mengacu pada abstraksi (konseptualisasi) realitas proses dakwah.

REALITAS DAKWAH DARI KONTEKSNYA, (KUANTITAS) DIKATEGORISASIKAN:
  • Da’i dan mad’unya dirinya sendiri, disebut dakwah nafsiyah 
  • Da’i dan mad’unya sendiri, disebut dakwah fardiyah, yang berlangsung secara tatap muka atau langsung tetapi tidak tatap muka yaitu bermedia. 
  • Da’i sendiri dan mad’u kelompok kecil, yaitu tiga hingga 20 orang, disebut dakwah fi’ah qalilah, yaitu berlangsung secara tatap muka dan dialogis. 
  • Da’i sendiri dan mad’unya kelompok yang terorganisir, disebut dakwah hizbiyah; 
  • Da’i sendiri mad’unya orang banyak, tidak bertatap muka dan monologius dengan media (cetak atau eletronik), atau tatap muka tetapi monologis seperti ceramah umum, atau khutbah), disebut dakwah ummah 
  • Da’i dan mad’u yang berbeda suku dan budaya dalam suatu kesatuan bangsa yang dapat berlangsung dalam konteks 1,2,3,4 dan 5 disebut dakwah qabailiyah (dakwah antar bangsa atau budaya).

RUANG LINGKUP ILMU DAKWAH
  • Objek Materal Ilmu Dakwah:  Perilaku keislaman dalam berislam 
  • Objek Formal Ilmu Dakwah:  Perilaku Keislaman dalam melakukan Tabligh, Irsyad, Tadbir dan Tathwir

Metode Ilmu Dakwah
  • Versi I: Metode analisis sistem dakwah, Metode historis, Metode Reflektif, Metode Riset Partisipatif, Metode Riset Kecenderungan Dakwah. 
  • Versi II: Manhaj istinbath (Penggalian konsep/teori dakwah dari Quran-Hadits); Manhaj Iqtibas (Penggalian Kosep/Teori dakwah dari konsep/teori umum yang sudah ada); Manhaj Istiqra (Penggalian konsep/teori dakwah dari hasil penelitian Lapangan

OBJEK ILMU DAKWAH
  • Objek Materal Ilmu Dakwah:  Perilaku keislaman dalam berislam
  • Objek Formal Ilmu Dakwah:  Perilaku Keislaman dalam melakukan Tabligh, Irsyad, Tadbir dan Tathwir
  • Ilmu Dakwah erat kaitannya dengan Kajian ilmu keislaman selain dakwah dan ilmu tentang perilaku manusia. 
  • Ilmu Dakwah berkarakter interdisipliner.

 UNSUR-UNSUR DAKWAH
  • Dakwah menurut QS. al-Nahl (16):125 dapat dirumuskan sebagai kewajiban muslim mukalaf mengajak, menyeru, dan memanggil orang berakal ke jalan Tuhan (Dien Islam) dengan cara hikmah, mauizhah hasanah, dan mujadalah yang ahsan, dengan respons positif atau negatif dari orang berakal yang diajak, diseru, dan dipanggil di sepanjang zaman dan di setiap ruang. 
  • Unsur Dakwah: Da’i (Subjek), Maadah (Materi/Pesan), Washilah (Media), Toriqoh (Metode),Mad’u (Objek), Aina (Tempat), Mata (Waktu),Ghayah (Tujuan), Respons.
                                                 
BENTUK DAN DIMENSI (KATEGORI) DAKWAH (1)
               Dakwah menurut QS Fushshilat (41):33, dapat dirumuskan sebagai kewajiban menyeru, mengajak, dan memanggil manusia mengesakan Allah (tawhidullah) melalui ahsan qawl, ‘amal shalih, dan pernyataan ketundukkan kepada Allah. Hakikat dakwah ini menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk utama dalam proses mendakwahkan Islam, yaitu: (1) ahsan qawl, (2) ‘amal shalih (ahsan ‘amal), dan (3) qala inani min al-muslimin (keterpaduan bentuk ahsan qawl dan ahsan ‘amal, atau gerakkan percontohan yang baik).

BENTUK DAN DIMENSI (KATEGORI) DAKWAH
Bentuk Da’wah bi ahsan qawl diformulasikan jadi dua Dimensi (kategori), yaitu:
  • Irsyad, Wa’zh (Taujih), dan Istisyfa Islam (bimbingan, konseling, penyuluhan, dan         terapi Islam), yang menjadi kajian Jur BPI;  
  • Tabligh Islam: Khitobah, Kitabah dan I’lam, yang menjadi kajian Jur KPI.
Bentuk da’wah bi ahsan ‘amal diformulasikan jadi dua Dimenssi (kategori), yaitu:
  • Tadbir Tathbiq Islam, yaitu manajemen kelembagaan Islam, yang menjadi kajian Jur MD;
  •  Tathwir Qawm Muslim, pemberdayaan SDM, SDA, SDE (pemenuhan kebutuhan dharuriyah, haijyah, dan tahsiniyah), yang jadi kajian Jur. PMI.

WILAYAH KAJIAN  ILMU DAKWAH (1)
  • Da’i (Subjek), Maadah (Materi/Pesan), Washilah (Media), Toriqoh (Metode),Mad’u (Objek). TAMBAHAN: Aina (Tempat), Mata (Waktu),Ghayah (Tujuan), Respons (Tanggapan). Jumlah 5 atau 8 
  • Jika kajiannya 2 Varabel Minimal ada 10 Kajian: Da’i+Pesan; Da’i+Media, Da’i+Metode; Da’i+ Mad’u; Pesan+Media; Pesan+Metode; Pesan+Mad’u; Media+Metode; Media; Mad’u; Metode+Mad’u.

WILAYAH KAJIAN  ILMU DAKWAH (2)
Konteks Dakwah atau Level Dakwah, yaitu: 
  • Dakwah Nafsiyah ( Dakwah intra individu) 
  • Dakwah Fardiyah (Dakwah antar individu) 
  • Dakwah Fi’ah: Qalilah +Katsirah (Dakwah kelompok Sedikit) Contoh: Pesantren, Madrasah, Majelis Taklim 
  • Dakwah Hizbiyah (Dakwah kelompok terorganisir) 
  • Dakwah Umah (Dakwah massa)  
  • Dakwah Qabailiyah dan Syu’ubiyah (Dakwah antar suku dan budaya)

MASALAH KAJIAN
Interaksi antar unsur dakwah melahirkan problematika dakwah. Problematika ini dapat dikategorikan antara lain sebagai berikut:
  • Da’i+Materi= problem kualitas pemahaman da’i 
  • Da’i+Mad’u= problem respon mad’u 
  • Dai+Media+Metode= melahirkan problem efektivitas dan efisiensi
  • Mad’u+Pesan= problem intensifikasi perubahan mad’u dan problem  pengamalan. 
  • Da’i+Media=problem keterampilan penggunaan teknologi dakwah.

HAKIKAT KAJIAN DAKWAH
Bahwa dakwah Islam adalah proses internalisasi, transmisi, difusi, institusionalisasi, dan transformasi dien Islam dalam totalitas kehidupan manusia mukalaf guna mencapai hakikat tujuan hidup di dunia kini dan di akhirat kelak, dan dalam hal ini proses dakwah Islam dari segi konteksnya mengharuskan terjadinya ketumpangtindihan dalam fokus dan pemokusan dalam ketumpangtindihan.

1 komentar:

Anisatul Ikrima mengatakan...

kka q mw tanya apa kelebihan dari konteks dakwah cz di atas tidak tertuliskan ????????

Posting Komentar