contoh naskah ceramah

Contoh naskah ceramah :
Judul : “Rambu-rambu kehidupan”

Hadirin kaum muslimin yang berbahagia !

              Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat allah swt. Tak lupa shalawat serta salam semoga tercurahlimpahkan kepada nabi muhammad saw. Beserta keluarga dan sahabatnya yang telah turut berjuang bersama-sama nabi dalam mendakwahkan risalah yang mulia, dienul islam yang kita cintai ini. Kemudian, marilah kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada allah melalui berbagai amal dan pengabdian yang sesuai dengan apa yang diperintahkan agama dan juga menjauhkan diri dari segala perbuatan yang dilarang allah. Dan, juga taqwa yang dapat memotivasi dan meningkatkan semangat membangun kehidupan yang lebih dari sekarang guna memasuki hari esok yang lebih baik. Dengan demikian kehadiran kita ke dunia ini akan memperoleh kehidupan yang baik dan dapat menjadi sarana menuju kehidupan yang baik di akhirat kelak.
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan katakwaab kepada allah swt, marilah kita simak salah satu peringatan allah kepada manusia tentang arti dan makana kehidupan yang sesungguhnya agar perjalanan hidup ini stabil, tidak mudah goyah dan tidak juga mudah terbawa arus yang akan menjerumuskan kita pada jurang kehinaan.
             Hai manusia, Sesungguhnya kamu Telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, Maka pasti kamu akan menemui-Nya.Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, Dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, Maka dia akan berteriak: "Celakalah aku". Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
nabi menyampaikan wasiatnya kepada kita tentang arti dan makan kehidupann manusia di bumi ini.melelui haditsnya. Rasulluloh saw. Mengutarakan :
“Adakah kamu didunia ini laksana sebagai tamu dan jadikanlah masjid sebagai rumahmu, nanti hatimu menjadi lembut, perbanyaklah taffakur dan menangis karena membangun sesuatu tidak akan kamu diami, dan janganlah berbantah-bantahan karena menurutkan hawa nafsu, dan mengumpulkan harta benda yang tidak akan kamu peroleh” (HR.Abu Na’im Hakim bin Amir)

Hadirin rahimakumulah !
             Berdasarakn pada ayat al’Quran dan hadits di atas, tampak dengan jelas keberadaan manusia di dunia ini hanya bersifat sementara, sedangkan kehhidupan yang abadi adalah kehidupan akhirat. Dalam ayat tadi digambarkan bahwa kita diibaratkan sebagai seorang pekerja yang lama-kelamaan akan pensiun atau akan kembali ke asal. Namun, yang dimaksud dalam ayat tersebut ialah pada saat yang telah ditentukan manusia akan menemui tuhannya.
Keberaddan kita di dunia ini laksana tamu. Kita dapat membayangkan jika suatu ketika kita berkunjung ke rumah orang lain, mengunjungi famili, atau sahabat karib kita, apakah untuk selamanya ? tentu saja tidak, sebab kita memiliki kampung halaman, suatu sasat kita akan pulang dari rumah kita, dan tanggung jawab untuk membiayai keluarga dan sebagainya.
             Gambaran hidup manusia juga laksana sekelompok peserta marathon yang berangkat dari garis start menuju finish. Semakin jauh dari garis start, semakin dekat pula kita pada garis finish. Oleh karena itu, berhati-hatilah agar kita dapat mencapai garis finish dengan memperoleh prestasi yang memuaskan. Kita harus menyadari sepenuh hati akan adanya rambu-rambu kehidupan yang terdapat dalam firman allah dan hadits. Hall ini harus dapat kita wujudkan dalam bentuk sikap, ucap dan perbuatan kita sehari-hari.

Hadirin yang berbahagia !
             Berdasarkan pada kenyataan ini, sebagai pewaris kitab allah, kita hendaknya memfungsikan alQuran sebagai hudan (petunjuk) bagi kehidupan kita. Marilah kita ciptakan suasana kehidupan beragama di tengah-tengah kehidupan kita yang insyaallah akan membawa pada keselamatan. Agar lebih memantapkan keyakinan kita, karena suatu saat kita akan kembali ke hadirat allah meninggalkan dunia yang fana dengan gemerlapnya yang semu. Sebagai akhir dari uraian khutbah ini, marilah kita simak sebuah hadits nabi, mungkin kita pernah mendengar salah satu hadits yang berbunyi seperti ini :
“Namun jika amalannya hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang rugi. Sedangkan yang terakhir, jika amalan hari ini lebih buruk kemarin maka ia termasuk orang yang celaka.” (Al-Hadits).
Mudah-mudahan, kita dimasukan kepada golongan orang-orang yang bertakwa dan selalu mengingat hakikat kehidupan yang kelak menjadi golongan orang-orang yang beruntung dan mendapat ridha allah.swt. amin.
Mungin sekian pembahasan mengenai rambu-rambu kehidupan yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf, kesalahan dan kehilafan datangnya dari saya, dan kesempurnaan hanyalah milik allah. Wabilahitaufik wal hidayah. Wassalamualaikum wr.wb.

0 komentar:

Poskan Komentar